Saya pernah diramal oleh seseorang yang bisa meramal lewat garis tangan. Katanya garis tangan saya bagus, jodoh saya akan lancar-lancar saja. Tidak ada garis perceraian, asalkan saya tidak menikah sebelum usia 25. Ramalan itu terkesan menyenangkan. Namun pada kenyataannya tidak begitu. Kisah cinta saya selalu berakhir menyedihkan. Mulai ditinggal selingkuh mantan pacar, sampai kasih tak sampai lantaran keadaan yang tidak memungkinkan. Yang terakhir ini masih membuat hati saya bolong-bolong, sobek-sobek...intinya hati saya remuk redam. Terlebih ketika dia memutuskan untuk membawa pergi saja cintanya dari hidup saya. Lagu-lagu roman picisan yang mengatakan bahwa ketika cinta itu pergi, separuh dari jiwa dan nafas seseorang ikut pergi ternyata bukan bualan semata. Saya merasakan itu saat ini. Malam hari adalah saat yang paling menakutkan buat saya. Malam hari adalah saat dimana pikiran saya masih mengembara dan selalu tertuju padanya, lalu mata saya terasa seperti pipa ledeng yang bocor. Airmata tak bisa dibendung untuk mengalir. Walaupun dia tidak mengatakannya secara langsung, tetapi saya ini perempuan, saya bisa merasakan ketika sesuatu menjadi berbeda. Ketika kata-katanya secara tidak langsung mengatakan demikian. Saya cukup sensitif untuk mengetahuinya.
Entahlah, mungkin saya memang tidak mahir menghadapi cinta. Cinta selalu membuat saya haru biru, dan hati saya jadi lebam-lebam. Mungkin jika ada matakuliah 1001 Cinta, saya tidak pernah lulus dari mata kuliah tersebut. Nilai saya mungkin selalu D atau bahkan mungkin E. Dosen yang mengajar saya pun mungkin akan sebal saking bebalnya saya. Untung saja saya mengambil jurusan Hukum, sehingga saya bisa lulus jadi sarjana. Bayangkan saja kalau saya mengambil jurusan Cinta, mungkin saya akan menjadi mahasiswi abadi.
Ah, betapa melelahkan cinta itu. Tapi ya mungkin itu yang membuatnya menarik, sehingga lahir beribu-ribu puisi cinta, beratus-ratus ribu lagu-lagu cinta dan semuanya laku.
Cinta, cukup melelahkan buat saya. Tapi saya tidak menyerah, saya masih mau mencoba. Semoga saja ramalan si tukang ramal garis tangan itu akhirnya ada yang menjadi kenyataan. Jika tidak, saya akan tetap mengusahakan cinta dalam hidup saya. Saya tidak akan menyerah.